Polsek Bayung Lincir Ringkus Terduga Pelaku Penggelapan Kendaraan Milik PT Kumala Bahtera Utama

  • Whatsapp

Pilarinformasi.com, MUBA – Setelah lebih kurang 2 bulan menghilang terduga pelaku kasus penggelapan berinisial S (36) seorang sopir Dump truk warga Siak Provinsi Riau, akhirnya berhasil diringkus oleh Tekab 204 unit Reskrim Polsek Bayung Lencir yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Eko Purnomo SH.MH. ditempat persembunyiannya di Kabupaten Bagan Batu Provinsi Riau pada hari Minggu (05/11/2023) sekira pukul 15.00 WIB.

Pelaku ditangkap karena diduga telah melakukan penggelapan terhadap 1 unit mobil Dump truk milik PT. Kumala Bahtera Utama, tempatnya bekerja sebagai Sopir Mobil Dump truk pengangkut Batubara, yang diketahui terjadi pada hari Sabtu (26/08/2023) di Desa Pangkalan Bayat Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba, dan mobil yang digelapkan adalah mobil yang biasa dibawa oleh terduga pelaku untuk mengangkut Batu Bara .

Kapolres Muba AKBP. Imam Safii SIK MSi melalui Kapolsek Bayung Lencir AKP Bondan Try Hoetomo STK. SIK. MH. saat dikonfirmasi awak media hari Sabtu (11/11/2023) membenarkan bahwa Polsek Bayung Lencir telah mengungkap kasus penggelapan yang terjadi pada dua bulan yang lalu, dan terduga pelaku berinial S, telah ditangkap setelah diketahui tempat persembunyiannya di Bagan Batu Riau.

Berdasarkan pengakuan terduga pelaku bahwa ia melakukan perbuatan tersebut bersama satu orang kawannya yang hingga kini belum tertangkap, bahkan mobil dump truk yang digelapkan dibawa oleh kawannya tersebut. “jelasnya.

Kronologis kejadian pada hari Sabtu (22/08/2023) terduga pelaku membawa mobil dump truk untuk mengangkut batubara dari Stock field pelabuhan desa pulai gading, ke Bayung Lencir dan pada hari Jumat (25/08/2023) terduga pelaku S tidak bisa dihubungi termasuk tidak diketahui dimana keberadaan mobil, sehingga PT. Kumala Bahtera Utama menderita kerugian sebesar Rp. 375.000.000,-.

“Sekarang terduga pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka untuk proses penyidikan lebih lanjut atas perkara yang disangkakan kepadanya, dan tersangka kami terapkan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan, yang ancaman hukumannya selama 5 tahun, sementara untuk kawan tersangka yang belum ditangkap telah kami terbitkan DPO ( Daftar pencarian orang). “ujar Bondan. (Pinggo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *