Lomba Perahu Bidar Meriahkan HUT RI ke 80, Tantangan Peserta: Adu Cepat dan Lawan Arus Sungai

Pilarinformasi.com, Ogan Komering Ilir– Memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 80, Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan menggelar perlombaan Perahu Bidar yang digelar di Sungai Komering berpusat di Kecamatan Kayu Agung, Selasa (19/08/2025).

Namun ada perbedaan dalam perlombaan Perahu Bidar tahun ini, karena peserta berlomba harus adu cepat dengan melawan arus sungai untuk menjadi pemenang.

Bupati OKI H Muchendi Muchendi Mahzareki mengatakan Perlombaan Perahu Bidar sudah menjadi tradisi masyarakat dan menjadi salah satu budaya andalan berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Perlombaan Perahu Bidar ini rutin dilaksanakan setiap tahun di moment 17 Agustus, dalam kesempatan ini bukan hanya penyelenggaraan yang kita harapkan, namun ada perputaran ekonomi didalamnya karena ini pasti sangat berpengaruh kepada pelaku usaha khususnya UMKM”, Ucap Muchendi.

Masih dikatakan Muchendi, Lomba Perahu Bidar merupakan salah satu budaya yang harus dipertahankan.

“Harapan kita bisa mengenalkan Budaya Lomba Perahu Bidar dan harus dilestarikan agar bisa dikenal di seluruh wilayah yang ada di Sumatera Selatan, Tingkat Nasional bahkan ke Mancanegara”, Tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten OKI, M.Amin mengatakan kegiatan yang diadakan tersebut merupakan rangkaian memeriahkan peringatan HUT RI ke 80 selama dua hari.

“Hari ini dan besok kita adakan perlombaan Perahu Bidar, peserta yang mengikuti sebanyak 25 tim terbagi dari 11 Kelurahan dan 14 Desa dalam wilayah Kecamatan Kayuagung”, Jelasnya.

Amin mengatakan ada perbedaan dalam perlombaan perahu bidar di tahun ini, “Pada tahun-tahun sebelumnya dalam perlombaan perahu bidar Start berada di Kelurahan Jua-jua kemudian Finish di Kelurahan Sukadana, namun kali ini berbeda yaitu Start di Kelurahan Sukadana dan Finish di Kelurahan Jua-jua, tentu ini menjadi tantangan bagi semua Peserta Bidar yang mengikuti perlombaan karena harus mendayung melawan arus sungai”, Jelasnya.

Ditempat yang sama, Camat Kayu Agung, Muhammad Saleh mengatakan dengan diadakannya perlombaan perahu bidar diharapkan bisa menghibur masyarakat sekitar dan bahkan dari luar daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Tentu ini jadi daya tarik tersendiri dari Kabupaten OKI, karena perlombaan seperti ini hanya diadakan disetiap tujuhbelasan”, Katanya.

Saleh mengungkapkan, Lomba bidar merupakan budaya turun menurun dan tradisi masyarakat Kayu Agung yang digelar setiap tahun.

“Moment ini merupakan tradisi dari masyarakat Kayuagung yang harus dilestarikan bersama dan kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kayu Agung dan sekitar agar dapat tertib dalam menyaksikan”, Harapnya.

Salah satu peserta Lomba Bidar, Muhsin mengatakan perlombaan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, peserta harus memiliki tenaga ekstra, ” Ini menjadi tantangan bagi tim kami karena lomba bidar harus mendayung melawan arus, tapi kami tetap optimis untuk menang”, Ujarnya. (Feb)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *