Era Baru Pariwisata PALI, Bupati Asgianto Persembahkan Festival Candi Bumi Ayu Termegah dan Terspektakuler

Pilarinformasi.com, PALI — Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi menggelar Grand Opening Festival Ceremony Candi Bumi Ayu di Lapangan Gelora 10 November, Pendopo, pada Jumat (21/11/2025). Acara pembukaan ini menjadi tanda dimulainya rangkaian perayaan budaya terbesar di daerah tersebut, yang menghadirkan berbagai pertunjukan seni, pameran produk kreatif, dan hiburan masyarakat dalam suasana meriah serta penuh antusiasme.

Acara ini dihadiri dan di buka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, didampingi Ketua TP PKK Sumsel, Feby Herman Deru. Serta Bupati Muara Enim H Edison, Sekda Prabumulih H Elman, Bupati PALI, Asgianto, ST, Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji SH, serta para OPD, Camat, dan Kades Se-Kabupaten PALI.


Pembukaan di Lapangan Gelora semakin semarak dengan peragaan busana batik khas PALI yang tampil memukau. Menariknya, Bupati dan Wakil Bupati turut melenggang di atas panggung bersama jajaran OPD, menunjukkan kebanggaan mereka terhadap karya lokal. Variasi motif batik PALI yang kaya makna berhasil menjadi pusat perhatian, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kreativitas dan keberlanjutan produk unggulan masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati PALI Asgianto ST, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya festival ini. Menurutnya, festival ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kunjungan wisata dan memperkuat ekonomi masyarakat lokal.

“Saya berharap bahwa festival ini dapat mendorong target pertumbuhan ekonomi Kabupaten PALI di triwulan keempat tahun 2025, sehingga target pertumbuhan ekonomi di akhir tahun sebesar 5,2% dapat tercapai. Festival ini juga didukung oleh beberapa perusahaan, termasuk Pertamina, PT Pertamina Adera, PT Golden Blossom Sumatera, dan Bank Sumsel Babel.” Ujar Asgianto.

Sementara itu Gubernur Sumsel mengungkapkan rasa bangganya karena Festival Candi Bumi Ayu mampu menjadi wadah untuk memperkenalkan warisan budaya Hindu yang ada di Sumatera Selatan kepada masyarakat luas. ia menekankan bahwa keberadaan Candi Bumi Ayu tidak hanya bernilai sejarah dan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam industri pariwisata masa depan.

“Mari kita bersama-sama menjaga dan mempromosikan Candi Bumi Ayu agar semakin dikenal secara nasional maupun internasional. Inilah kekayaan budaya yang harus kita wariskan untuk generasi mendatang,” ujar Herman Deru.


Pembukaan festival malam ini turut menampilkan Saynora music dan artis Ghea Indrawari, yang disambut riuh antusiasme warga PALI dan sekitarnya.

Festival Candi Bumi Ayu akan digelar selama empat hari, 21–24 November, menghadirkan beragam agenda edukatif dan hiburan seperti penanaman pohon, lomba seni tari se-Sumsel, mencanting batik, parade drum band, fashion show, band lokal, pameran UMKM, poundfit, hingga pesta kembang api. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di dua lokasi: Gelora November dan Kawasan Candi Bumi Ayu.

Penutupan festival pada 24 November mendatang akan digelar di Gelora November. Malam puncak ini dipastikan semakin meriah dengan penampilan dari Saynora Music, Ndarboy Genk, dan Batas Senja yang siap mengguncang panggung dan memanjakan para penonton.

Dengan kualitas penyelenggaraan yang terus meningkat setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten PALI meyakini bahwa Candi Bumi Ayu akan bersinar sebagai destinasi wisata unggulan Sumatera Selatan. Harapannya, warisan sejarah ini bukan hanya menarik wisatawan dalam negeri, tetapi juga menjadi magnet bagi turis mancanegara yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan budaya Nusantara. (ADV/ Ade)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *