Pilar informasi.com PALEMBANG — SMK Negeri 2 Palembang terus menunjukkan komitmennya dalam memanfaatkan lahan kosong sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan di lingkungan sekolah. Hal tersebut sejalan dengan kurikulum muatan lokal yang kini diterapkan di sekolah tersebut.
Kepala SMK Negeri 2 Palembang, H. Suparman, S.Pd., M.Si, mengatakan bahwa program ketahanan pangan ini awalnya dimulai dari kegiatan pembibitan. Berbagai jenis bibit telah ditanam, mulai dari 2.000 batang cabai, 500 batang terong, hingga bibit pepaya.
“Setiap jurusan juga kami libatkan. Misalnya jurusan BSM dengan kepala jurusannya Pak Ropil menanam bibit di area sekitar bengkel. Semua jurusan melakukan hal yang sama di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Suparman menjelaskan bahwa saat ini bibit belum diberi pupuk karena cuaca masih musim hujan. Pihaknya khawatir pupuk justru hilang terbawa air dan tidak memberikan manfaat optimal bagi tanaman. Meski demikian, kondisi tanaman di lapangan dinilai cukup baik.
“Alhamdulillah dari yang kita lihat tadi, tanamannya sudah lumayan hijau. Memang kami orang teknik, tidak menguasai pertanian. Tapi kami ingin tetap melakukan yang terbaik,” tambahnya.
Pada tahun 2024 lalu, SMK Negeri 2 Palembang berhasil memperoleh Juara 3 tingkat provinsi pada lomba kategori tanaman produktif. Berangkat dari pencapaian tersebut, sekolah kian termotivasi untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki secara maksimal.
“Kalau ini bisa berkembang, walaupun kami dari rumpun teknik, tetapi karena kami punya lahan maka kami manfaatkan. Sekarang cabai, terong, dan pepaya saja sudah tidak perlu membeli lagi,” ungkapnya.

Ke depan, sekolah juga berencana menanam serai, lengkuas, dan tanaman bermanfaat lainnya. Menurut Suparman, hasil panen bukan menjadi ukuran utama, melainkan pembentukan mindset dan kemandirian siswa dalam memanfaatkan lahan kosong.
“Intinya bukan seberapa besar hasil panennya, tapi bagaimana anak-anak belajar memanfaatkan lahan kosong. Mereka harus paham cara menanam. Inilah mindset yang ingin kita bangun,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai keberadaan kolam di area sekolah, Suparman menyampaikan bahwa kolam tersebut juga menjadi bagian dari rencana pengembangan sekolah. Pihaknya baru-baru ini menerima kunjungan dari Dinas PUPR dan menunggu perbaikan kolam retensi terlebih dahulu sebelum digunakan.
“Jika kolam retensinya sudah bagus, kami berencana beternak ikan. Di bagian atasnya akan kami manfaatkan untuk ternak itik atau bebek, sementara di bawahnya budidaya ikan. Tapi ini setelah pembersihan dan setelah turap selesai, targetnya tahun 2026,” jelasnya.
Suparman menegaskan, meskipun dirinya berasal dari bidang teknik, hal tersebut tidak menjadi halangan untuk terus mengembangkan pemanfaatan lingkungan.
“Saya tetap fokus di teknik, tapi ini adalah bentuk pemanfaatan lingkungan dan lahan kosong agar menjadi bermanfaat,” ujarnya.
Melalui program pertanian sekolah ini, Suparman berharap para siswa dapat membangun kemampuan dan kemandirian sejak dini, tidak hanya di sekolah namun juga di rumah masing-masing.
“Harapannya ke depan, program pertanian ini dapat membentuk mindset siswa, guru, dan warga sekolah untuk memanfaatkan lahan hidup. Soal hasil nanti menyusul, yang terpenting anak-anak belajar dan menggali kemandirian,” pungkasnya.
Dengan pemanfaatan lahan kosong ini, SMK Negeri 2 Palembang membuktikan bahwa inovasi dan pendidikan karakter dapat berjalan berdampingan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan. (Akip)






