ArDesy Natalie IAI, C.FT: Hati Seorang Ibu Tetap Hadir Menjaga, Merawat dan Mendukung Anak Dalam Diam

Pilar informasi.com PALEMBANG — Memperingati Hari Ibu, Ketua Womanpreneur Hipmi Sumsel, ArDesy Natalie IAI, C.FT, mengajak masyarakat untuk melihat Hari Ibu bukan sebagai rutinitas tahunan belaka, melainkan sebagai momentum untuk kembali menegaskan kasih, hormat, dan perhatian sehari-hari kepada ibu sosok yang begitu penting dalam hidup kita.

“Sebenarnya setiap hari itu Hari Ibu. Tapi mungkin peringatan ini mengingatkan kita yang sibuk bekerja agar kembali memberi perhatian, menghargai, dan membuat ibu kita bahagia,” ujar ArDesy saat wawancara di Build home, Kamis (11/12/2025) Palembang.

Menurut ArDesy, kehadiran seorang ibu tidak melulu tentang fisik atau waktu bersama secara langsung. Bahkan ketika seorang ibu bekerja dan tidak selalu mendampingi anak secara terus-menerus, doa, perhatian, dan pendampingan batiniah tetap menjadi kekuatan yang tak ternilai. Baginya, “hati seorang ibu tetap hadir”  menjaga, merawat, dan mendukung anak dalam diam.

Meskipun ia memiliki dua anak dan tidak selalu bisa ikut setiap perkembangan mereka secara fisik, ArDesy mengaku selalu berupaya mendampingi secara emosional dan spiritual. Menurutnya, baik melalui guru, orang tua lain, maupun lingkungan sekitar, dasar cinta dan doa seorang ibu tidak pernah putus.

Di era yang kian cepat berubah dengan arus informasi deras, membesarkan anak bukan hal mudah. Anak-anak tumbuh sebagai generasi digital cepat menyerap informasi, mudah terpengaruh, dan terkadang sulit menerima nasihat. Karena itu, ArDesy menekankan pentingnya kesabaran, keteguhan hati, dan doa dari seorang ibu. Bagi dia, itu kunci untuk tetap bisa membimbing anak meskipun situasi berubah  “anak-anak kita mungkin cepat besar di dunia, tapi kita harus tetap hadir sebagai penuntun di dunia dan akhirat”.

Sebagai seorang wanita karier sekaligus ibu dan pebisnis, ArDesy paham benar tantangan membagi peran antara keluarga dan pekerjaan. Namun baginya, indikator keberhasilan seorang ibu bukan seberapa besar penghasilan atau prestasi karier, melainkan kualitas kehidupan anak-anaknya: tumbuh menjadi pribadi baik, bahagia, dan berhasil dalam arti luas.

“Ibu yang sukses itu bukan yang paling banyak uangnya, tetapi yang anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi baik dan berhasil. Percuma punya uang banyak kalau anak kita hancur-hancuran.”jelas ArDesy

Bagi ArDesy, setiap ibu baik ibu rumah tangga maupun ibu bekerja  mempunyai peran sama pentingnya. Yang terpenting adalah cinta, doa, kasih sayang, dan ketulusan mendampingi anak dalam setiap fase pertumbuhan mereka.

ArDesy juga telah menerapkan prinsip mendidik anak agar tumbuh sesuai minat dan bakat mereka sendiri. Ia tidak memaksa anak mengikuti profesinya sebagai arsitek. Misalnya, sang putra tertua yang gemar memasak mendapatkan dukungannya penuh. Bahkan, ia merasa bangga ketika sang anak meraih juara pertama lomba menyanyi di Thailand pencapaian yang diraih meski ia tidak selalu hadir secara langsung, tetapi selalu mendoakan dan mendukung dari jauh.

Menutup wawancaranya, ArDesy mengirimkan pesan tulus kepada seluruh ibu:

“Tetap kuat, tetap sabar, tetap mencintai. Kita tidak bisa menjaga anak 24 jam, tapi doa seorang ibu akan menjaga mereka. Percayakan semuanya kepada Tuhan.”imbuhnya.

Melalui peringatan Hari Ibu, ArDesy ingin mengingatkan bahwa penghormatan kepada ibu tidak harus dipupuk sebulan sekali, melainkan setiap hari  dalam tiap doa, perhatian, dan cinta yang dihadirkan.

Dengan demikian, Hari Ibu sejatinya bukan sekadar tanggal di kalender. Ia adalah panggilan untuk menghargai ketulusan, pengorbanan, dan cinta yang terus mengalir dari seorang ibu  setiap hari, sepanjang hayat.”tutupnya.(Akip)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *