Aktivis Pemuda Penesak Bersatu Ogan Ilir Sumsel Menolak Tegas Wacana Pengalihan Polri Dibawah Naungan Kementerian

Pilarinformasi.com, Ogan Ilir- Dinilai Ancam Independensi Kesatuan, Para Aktivis PPB ( Pemuda Penesak Bersatu) Sumatera Selatan wilayah Kabupaten Ogan Ilir Menyatakan Sikap Tegas untuk Menolak adanya Wacana Pengalihan Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dibawah Naungan kementerian.

Pengalihan fungsi ini dinilai bukan sebagai perubahan administratif akan tetapi, ini adalah langkah strategis yang berpotensi serta akan berdampak langsung terhadap Independensi dan Profesionalitas institusi kepolisian.

Selaku Koordinator Pemuda Penesak Bersatu Sumatera Selatan, Randa Yuherianza, menyampaikan Polri adalah institusi negara yang mempunyai fungsi dan peran penting dalam kehidupan bernegara.

Menurutnya, Polri tidak hanya sebagai Penegak Hukum semata, namun Polri fungsinya untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat serta memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketertiban umum. “Kita harus melihat Polri sebagai institusi strategis, bukan sekadar unit birokrasi’, jelasnya.

Imbuhnya lagi, Setiap perubahan terhadap kedudukan suatu Institusi pasti akan menimbulkan dampak, bukan hanya di internal Polri, akan tetapi bagi masyarakat secara keseluruhan,” ucap Randa.

Secara konstitusional kedudukan Polri telah ditegaskan dalam Pasal 30 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ketentuan ini menunjukkan bahwa, Polri telah dirancang dan dijadikan sebagai alat negara yang berdiri independen sehingga Polri dapat menjalankan tugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan keadilan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat secara profesional.

“Penempatan Polri langsung di bawah Presiden bukan tanpa alasan. Itu desain secara konstitusional untuk menjaga netralitas dan menghindarkan institusi kepolisian dari kepentingan sektoral atau politik. Jika Polri fungsinya di bawah kementerian, potensi kerancuan dalam keputusan serta kewenangan dan tarik-menarik kepentingan akan semakin besar, ini akan membuat lemahnya sistem suatu Institusi Polri”, jelasnya.

Aktivis Pemuda Aktivis Pemuda Penesak Bersatu Ogan Ilir Sumsel Menolak Tegas Wacana Pengalihan Polri Dibawah Naungan Kementerian Bersatu ini juga menyoroti dengan munculnya Wacana Pengalihan fungsi Institusi Polri tersebut.

Dengan banyaknya terpaan dan Masalah yang dihadapi Polri saat ini menurutnya, Pengalihan ini tidak semestinya dijawab dengan perubahan struktur kelembagaan, “Persoalan Polri hari ini lebih berkaitan dengan penguatan profesionalisme, integritas aparat, dan konsistensi penegakan hukum dan aturan inipun membutuhkan pembenahan internal yang serius dan berkelanjutan, bukan perubahan struktur yang justru berisiko menimbulkan ketidakpastian,” katanya.

Perubahan struktur tanpa kajian yang mendalam berpotensi memperpanjang rantai komando serta menyulitkan koordinasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian, yang pada akhirnya dapat menghambat efektivitas kerja aparat di lapangan.

Dalam pernyataannya, Randa Yuherianza juga menyampaikan Apresiasi terhadap peran dan kerja Polri selama ini, dalam menjalankan tugas kepolisian di situasi yang tidak mudah saat ini, banyaknya tekanan dan risiko yang tinggi, banyak anggota Polri bekerja dalam kondisi penuh dengan kritikan bahkan melemahkan institusi namun Polri tetap kuat dan terus berusaha memperbaiki diri,” ujarnya.

Dengan ini Pemuda Penesak Bersatu Sumatera Selatan wilayah Kabupaten Ogan Ilir Menyatakan Sikap Tegas Menolak Wacana Pengalihan Kepolisian Negara Republik Indonesia / Polri dibawah Naungan Kementerian,, tutupnya. (Mz)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *