Pilarinformasi.com, Banyuasin – Dalam rangka mengendalikan Inflasi 2026 di Kabupaten Banyuasin , Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, SP menghadiri kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi, Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan tentang Penyusunan Laporan Kinerja TPID Tahun 2025 dalam rangka TPID Award 2026 diselenggarakan di Hotel Wyndham, Selasa (24/02/2026).
kegiatan TIPD lanjutan ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, SH., MH. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pengendalian inflasi memerlukan kolaborasi seluruh pihak, termasuk BUMN dan BUMD, agar harga komoditas tidak bergejolak.
Orang nomor satu di Sumatera Selatan ini mengajak semua pihak, terutama Kepala Daerah baik Bupati/Walikota untuk mengajak masyarakat untuk bijak dalam penggunaan pangan.
“Terutama di Bulan Suci Ramadhan, yang seharusnya kita dapat lebih menjadi hemat, tidak berlebihan dalam mengonsumsi dan tidak mubazir akan makanan,” paparnya.
Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Sumsel memaparkan bahwa tingkat inflasi Sumatera Selatan pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,33 persen (year on year) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,18. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional Januari 2026 yang mencapai 3,55 persen.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh TPID kabupaten/kota di Sumatera Selatan semakin memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas laporan kinerja, serta merumuskan strategi pengendalian inflasi yang lebih efektif dan berkelanjutan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Netta ditemui disela acara membeberkan bahwa di Kabupaten Banyuasin, di awal Ramadhan telah melakukan sidak pasar dan meninjau stok pangan yang ada di Kabupaten Banyuasin.
Sesuai arahan Gubernur tadi, Banyuasin telah melakukan penguatan sinergi dengan pemerintah desa dan kelurahan di Kabupaten Banyuasin untuk bersama bersinergi dalam mengendalikan inflasi di Banyuasin khususnya dan Sumsel umumnya. ( Tian )







