Kapolres dan Jajaran Bersama Gubernur, Bupati Ogan Ilir Hadiri Panen Raya Jagung di Ogan Ilir

Pilarinformasi.com, Ogan Ilir– Kapolres Bersama Bupati Ogan Ilir Hadiri Panen Raya Jagung di Ogan Ilir, Kapolres Bagus Surya Wibowo dan Bupati Panca Wijaya Akbar melakukan panen raya jagung kuartal II di Ogan Ilir.

Selain panen, kedua pimpinan unsur Forkopimda Wilayah Kabupaten Ogan Ilir tersebut melakukan proses pemipilan jagung.

Kapolres beserta jajaran memanen jagung di Kelurahan Indralaya Indah, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir.

Panen raya ini dilakukan secara serentak oleh seluruh Pimpinan Forkopimda baik dari Provinsi Sumatera Selatan maupun Forkopimda Kabupaten Ogan Ilir yang ada di wilayah Sumatra Selatan dan diikuti oleh beberapa Provinsi yang melalui Vitcom.

Acara Panen Raya Kuartal II ini disiarkan secara langsung dan dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto dengan melibatkan unsur Forkopimda.

Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya seluruh Indonesia yang dilakukan secara hybrid, dipusatkan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Adapun Kapolda Sumsel dalam penjelasannya, lahan pertanian jagung di Sumatera Selatan mencapai 8.429 hektar, yang terdiri dari lahan monokultur seluas 7.878,8 hektar dan lahan tumpang sari seluas 550,6 hektar.

“Total luas lahan yang sudah dipanen periode Januari hingga Mei tahun ini mencapai 7.287,3 hektar dan hasil panen sebanyak 42.597 ton,” terang Irjen Andi Rian di sela kegiatan panen, Kamis (5/6/2025) siang.

Pada panen di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan kali ini, tercatat lahan jagung seluas 34,9 hektar dengan estimasi hasil panen 148,8 ton.

“Untuk Sumatera Selatan, pelaksanaan panen dipusatkan di Ogan Ilir yang luas lahan di Kelurahan Indralaya Indah ini mencapai 3 hektar dan estimasi hasil panen 24 ton,” jelas Irjen Andi Rian.

Kapolda Sumatera Selatan ini berharap dukungan seluruh dari semua pihak, Salah satu prasarana yang dibutuhkan ke depannya yakni pembangunan gudang-gudang.

Manfaat gudang sebagai tempat proses pemipilan dan pengeringan jagung hingga kadar airnya hanya sebatas 14 persen.

“Untuk menurunkan kadar air tentunya perlu teknologi pengeringan karena produksi jagung yang turut dijalankan Polri di Sumatera Selatan, sebenarnya adalah yang terbesar di Indonesia,” jelasnya.

Sementara Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengapresiasi kinerja Polri dalam meningkatkan produksi jagung khususnya jagung pipil.

“Petani di Sumsel yang didorong oleh Polri kini dapat meningkatkan produktivitas hasil panen jagung dari yang tadinya 4 hingga 5 ton per hektar, menjadi 8 ton per hektar,” kata Deru.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Polda Sumatera Selatan yang memupuk semangat petani untuk terus meningkatkan hasil pertanian.

“Sehingga tadinya kita hanya produksi beras, namun saat ini produksi jagung pipil. Ini ekosistem yang tidak bisa dihindari karena kebutuhan pakan ternak, khususnya ayam yang dapat disuplai oleh petani Sumsel sendiri. Tinggal selanjutnya memikirkan (hasil pertanian jagung) untuk dikirim ke daerah lain,” ucap Deru. (Hz)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *