Pilar informasi.com PALEMBANG –– Sidang terbuka promosi Doktor Muhammad Iqbal Alisyabana berlangsung di Ruang Prof. Djuani Moekti, UPT Lembaga Bahasa Universitas Sriwijaya, Kampus Bukit Besar Palembang, Kamis (11/12/2025).
Iqbal menjalani promosi Doktor pada Program Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya berjudul disertasi: “Model Implementasi Kebijakan Pengendalian Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan: Dinamika Kelembagaan dan Koordinasi Multiaktor.”
Dalam sidang tersebut, Prof. Dr. Alfitri, M.Si bertindak sebagai promotor, sementara co-promotor yaitu Dr. Andries Lionardo, S.IP., M.Si dan Prof. Dr. M. Husni Thamrin, M.Si.
Usai dinyatakan lulus, Iqbal menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya. “Alhamdulillah, saya bersyukur dapat melalui seluruh proses hingga akhirnya meraih gelar Doktor. Rasanya campur aduk antara senang, bahagia, dan haru. Tidak menyangka bisa sampai di tahap ini,” ucapnya.
Iqbal mulai menempuh pendidikan Doktor sejak Januari 2022, dengan proses penelitian dilaksanakan pada tahun 2024. Ia mengakui bahwa tantangan terberat adalah membagi waktu antara tugas sebagai ASN dengan kewajiban akademik.
“Kami para ASN bukan tugas belajar, tetapi izin belajar. Jadi selain menyelesaikan penelitian dan perkuliahan, saya tetap dituntut menjalankan tugas pokok di kantor. Ini menjadi tantangan utama dalam menyelesaikan program Doktor,” terang iqbal.
Iqbal menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama orang tua, istri, dan anak-anaknya. Ia berharap pendidikannya dapat menjadi motivasi bagi anak-anaknya kelak.
Dalam disertasinya, Iqbal menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan yang terus berulang setiap tahun. Padahal regulasi dari pemerintah pusat sudah tersedia.
Melalui penelitiannya, ia menemukan bahwa koordinasi dan interaksi antar-multiaktor, baik di tingkat pusat maupun daerah, belum berjalan optimal.
“Dari temuan penelitian, diperlukan model koordinasi yang lebih kuat agar para aktor dapat bekerja sebagai satu tim yang solid. Karena itu, kami menawarkan Model Soket sebagai pendekatan baru dalam penguatan koordinasi pengendalian karhutla,”tutupnya.(Akip)






