Pilar informasi.com PALEMBANG — Penunjukan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai ikon pada Pameran Kriyanusa 2026 yang akan digelar September mendatang di Jakarta Convention Center (JCC) menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan tersendiri bagi daerah. Guna mematangkan persiapan tersebut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel, Feby Deru, mengikuti rapat koordinasi persiapan ikon Kriyanusa 2026 bersama Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian secara virtual dari Ruang Rapat Tamken, Rabu (25/2/2026).
Feby mengatakan, terpilihnya Sumsel sebagai ikon Kriyanusa 2026 merupakan momentum strategis untuk mengangkat citra kriya unggulan daerah di tingkat nasional. Selain itu, kesempatan ini dinilai mampu memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) serta perajin lokal, sekaligus mempromosikan warisan budaya sebagai identitas daerah.
“Penunjukan Sumsel sebagai ikon merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menampilkan Sumsel secara utuh, mulai dari budaya, kriya, inovasi, hingga kearifan lokal,” ujar Feby.
Ia menjelaskan, konsep besar yang diusung dalam penampilan ikon Sumsel mengangkat tema “Sumatera Selatan: Warisan Budaya dalam Inovasi Kriya Berkelanjutan”. Tema tersebut menampilkan perpaduan antara kekayaan tradisi, inovasi desain modern, prinsip keberlanjutan (sustainability), serta pemberdayaan perajin lokal.
Sebagai bentuk kesiapan, Dekranasda Sumsel telah menyiapkan sejumlah produk unggulan, di antaranya tas berbahan wastra Sumsel menggunakan kain blongsong yang dipadukan dengan kerajinan laquer. Produk tersebut direncanakan menjadi cenderamata bagi tamu undangan pada pembukaan pameran.
Pada ajang Kriyanusa 2026 nanti, Sumsel juga akan menghadirkan desain stan pameran yang merepresentasikan kekayaan kriya daerah. Konsep dekorasi akan dimulai dari pintu masuk utama hingga lobi utama dengan menghadirkan ikon-ikon khas Sumsel seperti Rumah Limas, Jembatan Ampera, maupun bentuk representatif lainnya yang saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan berbagai pihak.
Selain itu, akan ditampilkan stan Dekranasda kabupaten/kota se-Sumsel serta area ikon Kriyanusa dengan desain dekorasi bertema khas daerah, seperti miniatur “Rumah Baba Ong Boentjit” yang dipadukan dengan dekorasi kriya laquer Sumsel. Tak ketinggalan, stan kuliner juga akan dihadirkan dengan mengangkat konsep “Jajanan Bingen”, yang saat ini tengah dalam tahap inventarisasi produk kuliner khas Sumsel.
Menurut Feby, menjadi ikon Kriyanusa 2026 bukan sekadar tampil sebagai peserta, melainkan menjadi wajah representatif kriya Indonesia.
“Dekranasda Sumsel siap menampilkan karya terbaik, membawa kebanggaan daerah, dan mengharumkan nama Sumsel di tingkat nasional. Semoga upaya ini menjadi langkah besar dalam memajukan perajin dan industri kriya Sumatera Selatan,” pungkasnya. (**)







