Pilar informasi.com, PALEMBANG— Kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Kota Palembang menjadi momen penting bagi komunitas ojek online (ojol) di Sumatera Selatan. Dalam agenda tersebut, Kapolri meresmikan Kedai ADO Presisi, sebuah ruang makan murah yang disiapkan khusus bagi para driver ojol.
Peresmian kedai yang berada di Sekretariat Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan, Sabtu Malam (7/3/2026) ini menjadi simbol dukungan pemerintah dan kepolisian terhadap para pekerja sektor informal yang setiap hari mencari nafkah di jalan.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan, keberadaan para pengemudi ojek online telah membantu pemerintah menekan angka pengangguran di daerah.
Menurutnya, profesi sebagai driver ojol merupakan bentuk pengabdian masyarakat dalam mencari nafkah secara mandiri dan patut diapresiasi.
“Yang jelas, para driver ini tetap menjadi pahlawan bagi keluarganya. Dengan adanya pekerjaan di sektor ini, tentu membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran,” kata Herman Deru.
Ia juga berharap para driver ojol yang tergabung dalam komunitas ADO dapat menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga ketertiban lalu lintas.
“Karena dibina oleh berbagai pihak, mulai dari wali kota, gubernur hingga kepolisian, maka anggota ADO ini setidaknya harus menjadi duta tertib lalu lintas,” ujarnya.
Herman Deru juga mengapresiasi kehadiran berbagai tokoh nasional yang memberikan perhatian terhadap komunitas ojol di Sumatera Selatan.
“Dengan cara seperti ini, pemerintah tentu sangat terbantu. Tidak perlu diperdebatkan apakah sektor formal atau informal, yang penting warga Sumsel bisa bekerja dan menafkahi keluarganya,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD ADO Sumatera Selatan M. Asrul Indrawan mengungkapkan bahwa kedatangan Kapolri ke Palembang merupakan bentuk perhatian langsung terhadap para pengemudi ojek online.
Ia menjelaskan, dua pekan sebelumnya Kapolda Sumatera Selatan memanggil pihaknya dan menyampaikan rencana kunjungan Kapolri yang ingin berdialog langsung dengan para driver ojol.
“Pak Kapolri memang ingin berdialog dengan ojol. Ini bukan hanya untuk Sumatera Selatan, tapi juga menjadi perhatian secara nasional,” kata Asrul.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri juga melihat langsung keberadaan Kedai ADO yang kemudian dikembangkan menjadi Kedai ADO Presisi dengan dukungan dari Polda Sumatera Selatan.
Menurut Asrul, fasilitas tersebut diperuntukkan bagi para driver agar bisa mendapatkan makanan dan minuman dengan harga terjangkau.
“Alhamdulillah, kedai ini dirombak total dan dibangun kembali. Kawan-kawan ojol bisa makan, ngopi, dan beristirahat di sini dengan harga yang murah,” ujarnya.
Selain itu, dalam dialog dengan Kapolri, ADO Sumsel juga menyampaikan sejumlah aspirasi penting, salah satunya terkait legalitas driver ojol yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya jelas.
Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong agar sistem tarif di berbagai aplikasi dapat lebih adil dan merata bagi para driver.
ADO Sumsel juga tengah menyiapkan program keamanan bagi para driver yang bekerja di jalan, salah satunya melalui sistem panic button yang memungkinkan pengemudi meminta bantuan polisi saat terjadi kecelakaan atau tindak kejahatan.
“Program ini sedang kami rancang bersama kepolisian. Kalau terjadi kecelakaan atau pembegalan, driver bisa langsung meminta bantuan dengan cepat,” jelasnya.
Asrul mengatakan, program tersebut akan terintegrasi dengan sistem pelacakan lokasi atau Sherlock, sehingga posisi driver dapat langsung diketahui ketika terjadi keadaan darurat.
Ia berharap langkah ini dapat meningkatkan rasa aman bagi para pengemudi yang setiap hari bekerja di jalan dan rentan menghadapi berbagai risiko.
“Kami sangat bangga karena Kapolri memberikan perhatian khusus kepada ojol di Sumatera Selatan. Bahkan beliau ingin langsung bertemu dengan kami dan berdialog,” katanya.
Menurutnya, perhatian tersebut menjadi motivasi bagi para driver untuk terus menjaga solidaritas serta kondusivitas di wilayah Sumatera Selatan.
“Pak Kapolri juga menyampaikan bahwa Sumatera Selatan dikenal kompak dan kondusif. Itu yang harus terus kita jaga bersama,”pungkasnya. (Akip)







