IRL Sumsel Launching Sekolah Lansia Pertama di Sumsel, Siapkan Lansia Tetap Aktif dan Produktif

Pilar informasi.com PALEMBANG — Indonesia Ramah Lansia (IRL) Provinsi Sumatera Selatan resmi meluncurkan Sekolah Lansia di Aula Putri Kembang Dadar, Palembang, Senin (18/5/2026).

Kegiatan launching tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya BKKBN dan BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan. Kepala BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Penasehat IRL Sumsel, Prof. Edwar Juliartha, turut memberikan dukungan terhadap program tersebut. Pada kesempatan itu, pihak BKKBN juga secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) Sekolah Lansia.

Program ini menjadi Sekolah Lansia pertama di Sumatera Selatan yang dibentuk di luar program pemerintah dan digagas langsung oleh IRL Sumsel bersama sejumlah mitra lintas sektor.Launching Sekolah Lansia tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari BKKBN, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga sejumlah komunitas sosial yang fokus pada pemberdayaan lanjut usia (lansia).

Kegiatan ini turut dihadiri Bendahara Umum IRL DKI Jakarta, Wiwik Rahayu.Perwakilan BKKBN Sumsel, Evi, mengatakan Sekolah Lansia hadir sebagai wadah bagi masyarakat usia 60 tahun ke atas agar tetap aktif, sehat, produktif, dan bahagia di masa tua.

“Hari ini launching Sekolah Lansia pertama di Sumatera Selatan yang digagas oleh Indonesia Ramah Lansia. Konsepnya tidak seperti sekolah formal pada umumnya, tetapi materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan lansia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para peserta akan mengikuti program pembelajaran selama 12 bulan dengan materi berbasis tujuh dimensi kehidupan lansia, mulai dari keagamaan, kesehatan jasmani, aktivitas sosial, hingga penguatan mental dan emosional.

“Lansia nantinya juga akan mengikuti kegiatan ringan seperti senam lansia, pemeriksaan kesehatan, dan aktivitas sosial lainnya. Harapannya mereka tetap aktif, produktif, memiliki kegiatan, bisa bersilaturahmi, dan yang paling penting kemampuan mereka terus diasah agar tidak mudah pikun,” katanya.

Menurutnya, peserta Sekolah Lansia berasal dari pendataan masing-masing wilayah yang menginventarisasi warga berusia 60 tahun ke atas untuk kemudian diajak bergabung dalam kelompok Sekolah Lansia.Selain launching, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyampaian materi edukatif oleh narasumber IRL, yakni dr. Ary dan Dr. Kunthi Tridewiyanti. Keduanya membawakan materi tentang hak-hak dan perlindungan hukum bagi lansia serta strategi Sekolah Lansia sebagai upaya memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya perlindungan dan pemberdayaan lansia di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumsel, Dedi Irawan, menyambut positif hadirnya Sekolah Lansia tersebut. Ia menilai program itu sangat penting dalam meningkatkan kesadaran lansia terhadap kesehatan diri.

“Sekolah Lansia ini sangat bagus karena bisa menjadi wadah edukasi kesehatan untuk para lansia. Mereka bisa belajar bagaimana menjaga pola makan, istirahat, hingga mengenali kondisi tubuh saat sedang kurang sehat,” ujarnya.

Dedi menambahkan, Dinas Kesehatan siap memberikan dukungan melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi kesehatan bagi peserta Sekolah Lansia.

“Nanti bisa diberikan materi tentang pencegahan hipertensi, diabetes, dan penyakit lainnya yang sering dialami lansia. Harapannya semakin banyak lansia yang aktif dan produktif sehingga tetap bisa berkarya untuk masyarakat,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Representatif IRL Sumsel, Hj. Eryn Sukma, SH.,SE, menegaskan launching Sekolah Lansia menjadi langkah awal pembentukan sekolah-sekolah lansia di berbagai daerah di Sumatera Selatan.Ia mengungkapkan, IRL Sumsel saat ini telah memiliki 27 peserta Training of Trainers (TOT) yang dipersiapkan menjadi kepala sekolah lansia di wilayah masing-masing.

“Sekolah Lansia ini adalah sekolah pertama yang kami launching. Ke depan, 27 peserta TOT yang sudah kami siapkan akan membentuk dan membangun Sekolah Lansia di daerah masing-masing,” ujarnya.

Dalam jangka pendek, seluruh kepala Sekolah Lansia tersebut akan mulai membentuk sekolah di titik wilayah masing-masing. Sedangkan dalam jangka panjang, IRL Sumsel bersama BKKBN, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan menargetkan pengembangan Sekolah Lansia hingga menjangkau 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Untuk selanjutnya, pembukaan Sekolah Lansia di berbagai daerah akan dilaksanakan oleh IRL Sumsel bersama jajaran pengurus, yakni Sekretaris Imam Subroto dan Bendahara Wiwin Purwanti.

“Kami akan bergerak bersama sekretaris dan bendahara untuk meresmikan sekolah-sekolah lansia tersebut. Kami juga menggandeng banyak mitra seperti BKKBN, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan untuk mendukung program ini, termasuk melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia,” pungkas Hj. Eryn Sukma. (Akip)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *