Pilar informasi.com LAHAT — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lahat dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-157 Kabupaten Lahat, Rabu (20/5/2026).
Bupati Lahat Bursah Zarnubi mengatakan, sejak dirinya memimpin Kabupaten Lahat, pembangunan difokuskan dimulai dari desa.
“Karena desa itu pusat kemiskinan, maka pembangunan kita mulai dari desa agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” ujar Bursah.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lahat juga memberikan perhatian besar pada sektor pendidikan, mulai dari peningkatan kualitas guru hingga pemberian beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Jika ada masyarakat yang diterima di perguruan tinggi ternama, maka akan kita bantu pendanaannya hingga selesai kuliah,” katanya.
Terkait efisiensi anggaran, Bursah berharap kebijakan efisiensi dan sentralisasi dari pemerintah pusat dapat berjalan selaras dengan pembangunan daerah.
“Karena itu perlu penyesuaian visi dan misi pembangunan agar tetap sinkron,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru dalam sambutannya menegaskan pentingnya ketangguhan daerah dalam menghadapi perubahan zaman, percepatan teknologi, hingga tantangan fiskal.
Ia menyebut Kabupaten Lahat merupakan salah satu kabupaten tertua di Sumatera Selatan, bahkan usia pemerintahannya lebih tua dibandingkan usia Provinsi Sumsel yang kini memasuki 80 tahun.
Herman Deru juga menyinggung sejarah pemekaran wilayah yang melahirkan sejumlah daerah otonomi baru dari Kabupaten Lahat.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Bursah Zarnubi, arah pembangunan Kabupaten Lahat semakin jelas dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia.
Ia menilai kepemimpinan Bursah mampu membawa Kabupaten Lahat semakin berkembang dan memiliki masa depan yang menjanjikan.
Herman Deru juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak percepatan teknologi yang dapat mengurangi peran manusia dalam berbagai sektor usaha.
Ia mencontohkan hilangnya usaha wartel, warnet, hingga konter pulsa tradisional akibat perkembangan layanan digital yang kini serba daring.
Menurut Herman Deru, perubahan tersebut menjadi peringatan bahwa masyarakat harus siap menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan, 19 tahun mendatang akan menjadi era generasi muda dan cucu-cucu saat ini sehingga harus dipersiapkan dengan baik sejak sekarang.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga menekankan bahwa pengelolaan pemerintahan yang baik harus berbasis data yang akurat.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memperkuat kerja sama dengan Badan Pusat Statistik agar kebijakan dan belanja daerah benar-benar tepat sasaran.
Selain itu, Herman Deru turut menyoroti tantangan daerah penghasil sumber daya alam seperti Kabupaten Lahat yang memiliki potensi besar di sektor batu bara.
Namun, menurutnya, pemerintah daerah masih menghadapi kendala keterbukaan data terkait volume ekspor, domestic market obligation (DMO), hingga lifting produksi yang sangat berpengaruh terhadap perencanaan pendapatan daerah.
Di akhir sambutannya, Herman Deru menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Kabupaten Lahat.
Ia menilai kondisi pemerintahan yang kondusif serta potensi geografis yang dimiliki, mulai dari pegunungan, lembah, hingga lahan produktif, menjadi modal besar untuk terus mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lahat. (Rill/Ak)







