MJD Bonsai Palembang Bagikan Tips Membonsai bagi Pemula, dari Pemilihan Pohon hingga Perawatan

Pilar informasi.com PALEMBANG – Bonsai bukan sekadar tanaman hias berukuran kecil, tetapi membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta perawatan yang konsisten agar pohon dapat tumbuh dengan bentuk yang indah dan proporsional.

Hal tersebut disampaikan MJD Bonsai, salah satu penggiat bonsai di Kota Palembang, saat ditemui awak media di kediamannya di Jalan Kapten Arivai, Lorong Tembusan, RT 25/RW 07, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sabtu (15/8/2026).

Menurut MJD Bonsai, pemilihan jenis pohon menjadi salah satu hal penting bagi pemula yang ingin mulai menekuni bonsai. Tidak semua jenis pohon dapat dijadikan bonsai, terutama tanaman yang memiliki karakter batang dan kayu yang kurang keras.

Beberapa jenis pohon yang umum dan dapat dikembangkan menjadi bonsai di antaranya Anting Putri, Beringin, Sancang, Serut, Ileng-ileng dan berbagai jenis pohon lainnya, baik tanaman lokal maupun jenis pohon yang dikenal secara nasional.

“Kalau dari tunggul, wajib di-los-kan atau diliarkan terlebih dahulu. Dengan begitu, perantingan dapat dibentuk dengan lebih mudah,” ujar MJD Bonsai.
Ia mengaku telah menekuni dunia bonsai sejak 1973. Selama puluhan tahun, berbagai jenis pohon telah dibentuk dan dirawatnya menjadi bonsai.

“Saya membonsai sudah sejak tahun 1973 hingga sekarang. Berbagai jenis pohon sudah saya jadikan bonsai,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut juga membawanya mengikuti berbagai kontes bonsai. Bonsai hasil perawatannya hampir seluruhnya pernah diikutsertakan dalam kontes, baik tingkat lokal maupun di Pulau Jawa, bahkan hingga Provinsi Lampung.

MJD menjelaskan, dalam membentuk bonsai, perhatian tidak hanya diberikan pada batang dan percabangan. Kondisi akar hingga media tanam juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan agar tanaman tetap sehat.

“Media tanahnya harus diganti setiap satu tahun dan pemberian pupuk minimal tiga sampai enam bulan sekali, sehingga menghasilkan bonsai yang sempurna,” jelasnya.

Untuk menjaga kondisi tanaman, menurutnya, pemberian vitamin atau pupuk juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan bonsai. Ia menyarankan penggunaan vitamin batang dan media tanah yang sesuai agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.

“Untuk pemberian vitamin batang dan tanah sebaiknya menggunakan vitamin atau pupuk Dekasta, sehingga menghasilkan kondisi tanah dan pupuk yang ideal,” katanya.

Lebih lanjut, MJD menerangkan bahwa ciri khas bonsai terletak pada bentuk pohon yang dibuat kerdil atau miniatur, mulai dari batang, percabangan hingga ukuran daunnya.

Proses tersebut dilakukan melalui teknik pemangkasan atau cutting dan pemangkasan daun secara berkala atau pruning. Dengan perawatan dan pemangkasan yang tepat, pertumbuhan daun dapat dikendalikan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan sesuai dengan karakter bonsai.

“Kenapa disebut bonsai, karena dari pohon hingga daunnya menjadi kerdil. Cara mengerdilkan pohon dilakukan dengan cutting dan daun sering dilakukan pruning, sehingga pertumbuhan daunnya semakin mengecil,” terangnya.

Untuk ukuran, bonsai memiliki berbagai kategori. Di antaranya ukuran sekitar 30 sentimeter, mame dengan ukuran 15 sentimeter ke bawah, semol 30 sentimeter ke bawah, medium hingga 60 sentimeter, serta berbagai ukuran lainnya.

MJD berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tertarik menekuni bonsai. Menurutnya, selain memiliki nilai seni, merawat bonsai juga mengajarkan ketelitian, kesabaran dan konsistensi dalam menghasilkan sebuah karya tanaman yang bernilai.

“Yang terpenting dalam bonsai adalah kesabaran, ketelitian dan perawatan yang dilakukan secara rutin,” pungkasnya. (Akip)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *