Program Cetak Sawah di Ogan Ilir Jadi Polemik, Sekda Dicky: Mungkin Karena Faktor Alam

Pilarinformasi.com, Ogan Ilir-Terkait adanya isu Program Cetak Sawah di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan yang dianggap gagal realisasinya belum lama ini menjadi polemik ditengah masyarakat.

Hal tersebut menjadi kuat dugaan kegagalan Pemerintah Daerah dalam realisasi program tersebut.

Diketahui program cetak sawah merupakan anggaran dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kabupaten Ogan Ilir tahun Anggaran 2025.

Saat dimintai keterangan terkait adanya isu tersebut Wakil Bupati Ogan Ilir, Ardani menyampaikan agar segera mengkonfirmasi kepada Sekretaris Daerah Ogan Ilir.

“Tolong para awak media konfirmasi ke Sekda”, ujarnya singkat.

Sementara itu, Sekda Ogan Ilir, Dicky Syailendra saat dikonfirmasi menyampaikan untuk segera mengkonfirmasi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ogan Ilir, dan menyebut kegagalan program cetak sawah di Ogan Ilir diduga terjadi karna faktor alam

“Semua harus konfirmasi ke Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Ilir, sebab program cetak sawah ini sudah sesuai dengan perencanaan dan itu tanggungjawab penuh Kadin Pertanian, namun jika gagalnya program cetak sawah di wilayah kabupaten Ogan Ilir ini mungkin karena faktor alam, karena cuaca saat ini terkadang tidak sesuai”, jelasnya, Senin (18/05/2026) di ruang kerjanya.

Masih dikatakannya, program cetak sawah tersebut sudah terencana karena merupakan Program dari Kementerian.

“Program tersebut harus dikerjakan oleh Pemkab melalui Dinas Pertanian Ogan ilir demi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat kedepannya”, ujar Sekda.

“Kita cukup tahu kalau semua program tidak selalu mulus berjalan sesuai dengan harapan, namun bisa saja alam yang berkehendak lain seperti yang terjadi perubahan cuaca diwilayah kabupaten Ogan Ilir”, jelasnya.

Adanya isu tersebut, Sekda Ogan Ilir akan segera melakukan panggilan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir untuk masalah Program Cetak Sawah.

Sekda Dicky mendukung dengan adanya program dari Pemerintah Pusat serta bisa menjalankan sesuai dengan perencanaan.

“Walaupun itu kita dukung namun ada prosesnya itu tidak mudah dan cepat dalam pelaksanaannya karena banyak kendala yang dihadapi”, ungkapnya.

Dugaan adanya informasi banyaknya hamburan Pupuk Dolomit dibeberapa lokasi, Sekda Dicky akan mencari tahu kebenarannya.

“Adapun terkait dugaan banyaknya hamburan Pupuk Dolomit dibeberapa tempat itupun akan cepat dikondisikan biar masalah ini cepat selesai, atau saya akan langsung konfirmasi ke Kabid yang membidangi langsung untuk mempertanyakan Pupuk Dolomit yang tidak terurus, dan apa penyebabnya sehingga tak terurus ,” jelas Dicky.

“Kami akan mencari solusi dan jalan keluarnya, sampai kami melakukan panggilan kepada kepala dinas untuk mengawasi secara maksimal kegiatan-kegiatan dan program dari pusat tersebut, yang tentu kejadian seperti ini sangat kita sayangkan,” tambahnya.

Terkait adanya pemberitaan dibeberapa media program cetak sawah dan banyaknya hamburan Pupuk Dolomit dibeberapa tempat, sejumlah awak media di berita sebelumnya sudah meminta dan mengkonfirmasi ke Anggota DPRD dan Komisi II agar segera melakukan panggilan kepada pengelola yang menjalankan rencana program cetak sawah yaitu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir. (HrmZ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *