Pilar informasi.com BANYUASIN — Kepala SMA Negeri 3 Banyuasin, Yusriati M.Pd, membantah dugaan penyalahgunaan anggaran tahun 2025 terkait pembangunan gedung sekolah. Ia menegaskan seluruh proses pembangunan telah berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis), pengawasan konsultan, hingga monitoring dari dinas pendidikan dan kementerian.
Hal tersebut disampaikan Yusriati saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/05/2026).
Menurut Yusriati, pembangunan gedung sekolah dapat dibuktikan secara fisik dan telah berdiri sesuai perencanaan. Ia menyebut sejumlah fasilitas yang dibangun meliputi enam ruang kelas, satu ruang UKS, satu ruang BK, hingga fasilitas toilet.
“Kalau untuk gedung bisa dibuktikan bahwa sudah ada yang berdiri. Kelas sudah ada enam ruangan, UKS satu ruangan, BK satu ruangan, toilet juga sudah ada. Semua itu dibangun berdasarkan juknis dan sesuai arahan konsultan,” ujar Yusriati.
Ia juga menepis dugaan adanya penyimpangan dalam penggunaan material bangunan. Menurutnya, seluruh spesifikasi pembangunan, termasuk penggunaan besi dan material lainnya, mengacu pada perencanaan serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat oleh konsultan.
“Konsultan yang membuat perencanaan dan RAB. Jadi kami mengikuti petunjuk dari konsultan. Ada pengawas, fasilitator dari universitas, dan semuanya berjalan sesuai SOP,” katanya.
Yusriati menjelaskan proyek pembangunan tersebut bernilai sekitar Rp2,5 miliar sehingga pengawasan dilakukan secara ketat. Bahkan, kata dia, pihak konsultan dan pengawas rutin turun langsung ke lokasi selama proses pembangunan berlangsung.
“Pengawas dan konsultan itu datang seminggu sekali, bahkan saat pembangunan mereka standby memantau pekerjaan. Dari dinas pendidikan juga setiap bulan datang melakukan kontrol,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut pembangunan gedung sekolah tersebut telah mendapat perhatian dari pihak kementerian. Bahkan ruang UKS di sekolahnya sempat dikunjungi langsung oleh Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan saat melakukan peninjauan lapangan.
“Alhamdulillah sekolah kami mendapat kunjungan dari kementerian dan tidak ada temuan apapun. Peresmian juga sudah dilakukan oleh dinas pendidikan,” ungkapnya.
Terkait munculnya dugaan penyalahgunaan anggaran, Yusriati meminta pihak-pihak yang mempertanyakan pembangunan tersebut untuk datang langsung melihat kondisi bangunan di lapangan.
“Kalau memang mau melihat, datang saja langsung ke sini. Lihat kondisi gedungnya seperti apa. Saya terbuka, silakan datang. Jangan hanya menduga-duga,” tegasnya.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan tudingan yang berkembang dan memilih mengambil sisi positif dari persoalan tersebut.
“Saya tidak merasa lelah menghadapi hal ini. Saya ambil hikmahnya saja, mungkin lewat kejadian ini jadi bisa saling kenal dan bersilaturahmi. Saya terbuka kepada siapa saja,”pungkasnya. (Akip)







