Proyek Pipa Distribusi Air Bersih Sako Baru Dievaluasi, Perumda dan Kontraktor Tegaskan Komitmen Lindungi Warga

Pilar informasi.com PALEMBANG – Perumda Tirta Musi Palembang memastikan proyek pemasangan jaringan pipa distribusi air bersih di kawasan Sako Baru tetap berjalan sesuai prosedur, termasuk penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Di sisi lain, perusahaan juga mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan proyek, salah satunya terkait pemasangan papan informasi proyek yang sempat menjadi sorotan masyarakat, Jumat (24/7/2026).

Ketua Tim Pengawas Anggaran Internal Perumda Tirta Musi Palembang, Agus Juliansyah, mengatakan proyek yang didanai melalui Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2026 dengan nilai sekitar Rp33 miliar tersebut ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan sejak dimulai pada Maret 2026.

Menurut Agus, pemasangan papan informasi proyek merupakan kewajiban kontraktor sebagai bagian dari pelaksanaan kontrak kerja. Ia mengakui adanya kelalaian dalam pelaksanaannya.

“Plang proyek memang merupakan kewajiban kontraktor dan sudah menjadi bagian dari instruksi kerja. Kemungkinan memang terjadi miss atau kelalaian dari pihak kontraktor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal Perumda Tirta Musi terus mengingatkan pelaksana proyek agar mengedepankan aspek K3, mengingat pekerjaan dilakukan di ruas jalan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.

“Teguran sudah kami berikan, baik melalui grup WhatsApp, komunikasi langsung, maupun surat instruksi dari konsultan supervisi. Selain itu, tim pengawas juga setiap hari turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan,” katanya.

Agus menilai dampak dari kelalaian tersebut tidak hanya menyangkut aspek teknis pekerjaan, tetapi juga berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat kepada Perumda Tirta Musi.

“Secara moril tentu citra Tirta Musi menjadi kurang baik di mata masyarakat apabila pekerjaan terlihat kurang rapi dan rambu-rambu pengaman tidak tersedia sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagian pekerjaan dilaksanakan pada malam hingga dini hari sehingga terdapat beberapa titik yang luput dari pengawasan setelah aktivitas pekerjaan selesai. Meski demikian, evaluasi terus dilakukan agar seluruh pelaksanaan proyek tetap sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan kontrak.

Sementara itu, Pelaksana Proyek, Orlando Elnath Simanungkalit, menegaskan pihak kontraktor berkomitmen bertanggung jawab terhadap warga yang terdampak selama proses pemasangan jaringan pipa berlangsung.

Menurutnya, apabila pekerjaan menyebabkan sumur warga menjadi keruh, kebutuhan air bersih masyarakat akan dipenuhi sementara oleh pihak pelaksana hingga proyek selesai dikerjakan.

“Selama pekerjaan berlangsung, kebutuhan air bersih warga yang terdampak menjadi tanggung jawab kami. Untuk sementara kami menyalurkan air bersih dari pihak kami hingga pekerjaan selesai, selanjutnya penyelesaian akan dibicarakan kembali bersama warga,” jelas Orlando.

Ia juga memastikan seluruh tahapan pekerjaan telah dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan sebelum proyek dimulai. Menanggapi papan proyek yang sempat dipersoalkan, Orlando menjelaskan papan tersebut dipindahkan mengikuti lokasi pekerjaan yang terus bergeser.

“Awalnya papan proyek berada di kawasan Mata Merah. Setelah lokasi pekerjaan berpindah, papan proyek juga kami pindahkan ke lokasi pekerjaan berikutnya,” katanya.

Orlando menambahkan, proyek pemasangan jaringan pipa distribusi air bersih tersebut ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Ia memastikan seluruh pekerja diwajibkan menggunakan alat pelindung diri, seperti helm dan sepatu keselamatan, sesuai standar K3 yang berlaku.

Melalui evaluasi yang terus dilakukan oleh tim pengawas internal serta komitmen dari pihak pelaksana proyek, Perumda Tirta Musi berharap pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan keselamatan pekerja, kepentingan masyarakat, maupun kualitas hasil pembangunan. (Akip)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *