‎Kebakaran Hebat Landa Lahan Tebu Rayon 1 Desa Burai, Kebun Produktif Warga Ikut Terbakar

Pilar linformasi‎.com Ogan Ilir- Kebakaran hebat melanda areal perkebunan tebu yang diduga milik PT Cinta Manis di Rayon 1, Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, dalam beberapa hari terakhir.

‎Kobaran api dilaporkan membesar dan menyebar dengan cepat. Kondisi cuaca panas serta banyaknya daun dan ranting tebu yang kering diduga membuat api mudah meluas ke sejumlah areal di sekitar lokasi.

‎Seorang warga yang melintas, Sobri (58), mengatakan kobaran api terlihat cukup besar dengan kepulan asap tebal yang mengganggu jarak pandang.

‎“Apinya sangat besar dan menjalar cepat. Asapnya tebal sekali sampai mengganggu jarak pandang. Kami khawatir saat melintas di dekat lokasi. Api juga sampai meluas ke lahan perkebunan masyarakat,” ujar Sobri, Minggu (09/08).

‎Kebun Produktif Masyarakat Habis Terbakar

‎Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan pada areal perkebunan tebu. Sejumlah lahan perkebunan milik masyarakat di sekitar lokasi juga dilaporkan ikut terbakar.

‎Beberapa kebun masyarakat yang terdampak antara lain kebun karet, kebun jeruk, kebun sawit, kebun cabai, serta berbagai tanaman buah-buahan. Bahkan, sejumlah tanaman produktif milik warga dilaporkan habis terbakar akibat kobaran api.

‎Bagi masyarakat, kebun tersebut bukan sekadar lahan biasa, melainkan merupakan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari. Rusaknya tanaman produktif membuat warga merasa sedih dan khawatir karena mereka kehilangan sumber pendapatan yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.

‎Warga berharap dilakukan pendataan secara menyeluruh terhadap lahan yang terdampak, termasuk luas lahan yang terbakar, jenis tanaman yang rusak maupun mati, serta nilai kerugian masing-masing pemilik kebun.

‎Warga Pertanyakan Sikap Perusahaan

‎Sejumlah warga yang lahannya terdampak mengaku hingga saat ini belum melihat adanya itikad baik dari pihak perusahaan untuk melakukan komunikasi dan membahas dampak kerugian yang dialami masyarakat.

‎Masyarakat berharap pihak perusahaan dapat segera turun ke lapangan, melakukan pendataan bersama warga, serta membuka ruang musyawarah untuk mencari penyelesaian terhadap kerugian yang dialami masyarakat.

‎Warga menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan persoalan tersebut berlarut-larut. Mereka berharap ada penyelesaian secara kekeluargaan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Namun, apabila tidak ada itikad baik dan tidak ditemukan penyelesaian terhadap kerugian yang dialami masyarakat, warga menyatakan akan mempertimbangkan untuk melaporkan persoalan tersebut kepada Polda Sumatera Selatan agar penyebab kebakaran dan tanggung jawab atas dampaknya dapat ditelusuri melalui proses hukum.

‎Minta Penyebab Kebakaran Diusut

‎Masyarakat juga meminta aparat berwenang melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

‎Warga menyebut kejadian kebakaran di sekitar areal perkebunan tebu dinilai berulang pada musim tertentu. Meski demikian, dugaan mengenai penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan, belum dapat dipastikan dan masih harus dibuktikan melalui hasil penyelidikan pihak berwenang.

‎Selain kerugian material, warga juga mengeluhkan asap pekat akibat kebakaran yang terbawa angin hingga ke kawasan permukiman. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

‎Menunggu Klarifikasi PT Cinta Manis

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Cinta Manis belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran, luas areal yang terbakar, maupun terkait lahan perkebunan masyarakat yang ikut terdampak.

‎Tim media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak perusahaan dan instansi terkait.

‎Pihak PT Cinta Manis diberikan ruang untuk memberikan hak jawab, klarifikasi, maupun keterangan resmi terkait peristiwa tersebut agar pemberitaan dapat disampaikan secara berimbang.

‎Sementara itu, warga yang terdampak berharap segera dilakukan pendataan bersama dan musyawarah antara masyarakat, pihak perusahaan, pemerintah desa, serta instansi terkait.

‎Bagi warga, yang paling penting saat ini adalah adanya kepastian mengenai penyebab kebakaran, pendataan kerugian secara transparan, serta penyelesaian yang adil terhadap kebun produktif masyarakat yang menjadi sumber penghasilan dan penopang kehidupan sehari-hari.

Masyarakat pun meminta kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir Khususnya Bupati Ogan Ilir agar memberikan Kejelasan tentang Perizinan atau Kontrak HGU PTPN VII PT Cinta Manis, karena sejak tahun 2020, beberapa Kepala Desa disekitar wilayah Kebun Tebu sedikitpun tidak pernah menandatangani surat kontrak dengan pihak PT Cinta Manis.

Kepada pihak yang berwenang seperti Kejaksaan atau Polres dan Polda agar bisa mendampingi Masyarakat dalam menuntut Keadilan.(Hz)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *