Ratu Dewa Turun Tangan Benahi SMPN 33, MBG Jadi Penopang Siswa dari Keluarga Menengah ke Bawah

Pilar informasi.com PALEMBANG — Perhatian Wali Kota Palembang Ratu Dewa terhadap SMP Negeri 33 Palembang mulai dirasakan nyata. Setelah melihat langsung kondisi sekolah, sejumlah kebutuhan fasilitas akhirnya mendapat perhatian dan bantuan, termasuk renovasi, perbaikan sarana serta pembenahan lapangan sekolah.

Bagi pihak sekolah, perhatian tersebut menjadi sesuatu yang cukup berarti. Pasalnya, SMP Negeri 33 Palembang selama ini mengaku tidak mudah mendapatkan bantuan untuk pengembangan fasilitas fisik sekolah.
Kepala SMP Negeri 33 Palembang, Dr. Hj. Nurbaiti, S.Pd., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sri Dewi Harti, DPD., M.Si., mengatakan bantuan dari Pemerintah Kota Palembang tersebut telah berjalan dan sebagian besar pekerjaan sudah selesai.

“Alhamdulillah bantuan dari Pak Wali Kota ke SMP 33 ini sudah berjalan dengan lancar. Lapangan sudah semuanya diaspal tinggal menunggu hujan untuk menghilangkan timbunan pasirnya saja,” ujar Sri Dewi saat ditemui di ruang guru SMP Negeri 33 Palembang, Rabu (9/9/2026).

Saat kondisi kering, debu berpotensi mengganggu aktivitas siswa.
Pihak sekolah pun tidak tinggal diam. Para siswa telah diingatkan menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di sekitar lapangan.

“Kami mengantisipasi anak-anak untuk memakai masker karena debu. Ini sudah diberitahukan kepada anak-anak, terutama karena lapangannya masih pasir dan belum hujan,” jelasnya.
Sri Dewi menilai bantuan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan sekolah akan lebih mudah diketahui ketika pimpinan daerah turun langsung melihat kondisi di lapangan.

Menurutnya, selama ini SMP Negeri 33 cukup sulit mendapatkan bantuan untuk pengembangan fasilitas.
Karena itu, pihak sekolah berharap perhatian Pemkot Palembang tidak berhenti setelah pekerjaan yang sekarang selesai, tetapi berlanjut pada kebutuhan lain yang masih diperlukan sekolah.

“Terima kasih banyak juga untuk Pak Wali Kota. Mudah-mudahan ke depannya ada tambahan-tambahan lain yang memberikan bantuan ke SMP 33 ini, karena SMP 33 ini rasanya sulit sekali mendapat bantuan,” katanya.

Menurut Sri Dewi, kunjungan Ratu Dewa juga meninggalkan kesan tersendiri bagi para guru dan siswa. Tidak hanya melihat kondisi fisik sekolah, Ratu Dewa juga memberikan perhatian kepada guru berupa jilbab dan kupon belanja. Meski nilai kupon tersebut tidak besar, menurutnya, perhatian seorang kepala daerah terhadap guru justru menjadi hal yang sangat diapresiasi.

“Pak Wali Kota ke sini, kami yang di sekolah antusias sekali, baik guru maupun siswa. Apalagi beliau sampai memberikan guru jilbab dan kupon belanja. Guru-guru menerimanya luar biasa. Walaupun sebenarnya kupon itu tidak besar, tetapi nilai perhatiannya yang terbesar untuk guru,” ungkap Sri Dewi.

Ia membandingkan perhatian tersebut dengan masa sebelumnya. Kunjungan pejabat ke SMP Negeri 33 memang sudah pernah dilakukan, termasuk pada masa Wali Kota Palembang Harnojoyo. Namun, untuk bantuan fisik berupa renovasi seperti yang dirasakan sekarang, pihak sekolah mengaku belum pernah mendapatkan bantuan serupa.

“Kalau bantuan dari wali kota sebelumnya belum ada. Kalau kunjungan memang sering ada. Untuk pembersihan juga pernah ada Pak Harnojoyo,” ujarnya.

Bahkan, saat Ratu Dewa mengecek kebutuhan ruang kantor, persoalan tersebut juga sempat menjadi perhatian. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui kebutuhan ruangan itu ternyata telah masuk dalam anggaran yang tersedia.

Di sisi lain, ada satu program pemerintah yang manfaatnya disebut paling cepat dirasakan siswa, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di SMP Negeri 33 Palembang, MBG tidak sekadar dipandang sebagai program pembagian makanan. Program tersebut dinilai memiliki arti penting bagi siswa, khususnya karena sekitar 50 persen peserta didik berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

Sri Dewi mengatakan pelaksanaan MBG sejauh ini berjalan lancar. Bahkan, pihak sekolah tidak segan menyampaikan kritik maupun masukan apabila menu yang diterima dinilai masih kurang sesuai.

“Kalau menu memang terasa kurang, kami komplain dan mereka langsung menanggapi. Mereka bilang, ‘Oh ya, Bu, terima kasih.’ Jadi alhamdulillah, kami terbantu,” katanya.

Menurutnya, respons penyedia katering terhadap masukan sekolah menjadi salah satu faktor yang membuat pelaksanaan MBG berjalan cukup baik.
Yang menarik, MBG kini justru menjadi salah satu program yang paling ditunggu siswa. Bahkan, sebelum makanan dibagikan, sejumlah siswa sudah menanyakan waktunya.

“Kadang belum waktunya dibagikan, anak-anak sudah bertanya, ‘Bu, kapan dibagi MBG? Kami lapar.’ Jadi MBG ini benar-benar ditunggu oleh anak-anak,” tutur Sri Dewi.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa MBG memiliki dimensi yang lebih luas bagi sekolah. Bagi sebagian siswa, makanan bergizi yang diterima di sekolah bukan hanya soal pemenuhan program pemerintah, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan makan mereka selama mengikuti kegiatan pendidikan.

Saat ini SMP Negeri 33 Palembang memiliki 19 rombongan belajar dengan sekitar 600 siswa. Dengan jumlah peserta didik yang cukup besar dan latar belakang ekonomi yang beragam, keberlanjutan program MBG dinilai menjadi hal penting bagi siswa.

Pihak sekolah berharap kualitas maupun mekanisme pelaksanaan MBG terus dijaga. Jika terdapat kekurangan dalam menu, distribusi maupun pelaksanaan, sekolah siap menyampaikan masukan agar program tersebut semakin baik dan benar-benar memberikan manfaat kepada siswa.
Fasilitas Dibenahi, Kebutuhan Siswa Diperhatikan
Sri Dewi menegaskan, pembenahan fasilitas sekolah dan pelaksanaan MBG merupakan dua hal yang sama-sama penting.

Fasilitas yang layak dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sementara pemenuhan kebutuhan makanan bergizi menjadi bagian penting dalam menunjang kesiapan siswa mengikuti pembelajaran.

Karena itu, pihak sekolah berharap perhatian Pemerintah Kota Palembang terhadap SMP Negeri 33 dapat terus berlanjut. Bantuan fisik diharapkan benar-benar dituntaskan, termasuk pengaspalan lapangan sehingga persoalan debu tidak lagi mengganggu siswa.

Di saat yang sama, program MBG diharapkan terus diperbaiki kualitasnya sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. “Alhamdulillah sejauh ini belum ada persoalan serius yang berdampak kepada siswa. Mudah-mudahan kedepannya juga tidak ada,”tandasnya. (Akip)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *