Tekan Inflasi, Pemkab PALI Jajaki Sinergi Strategis Bersama Bank Indonesia

Pilarinformasi.com, Palembang— Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah, terutama yang berkaitan dengan fluktuasi harga dan ketersediaan komoditas pangan.

Langkah tersebut dilakukan dengan menjajaki kerja sama bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan melalui audiensi yang digelar Kamis (27/8/2026).

Rombongan Pemkab PALI diterima langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan, Adhi Wicaksono. Pertemuan tersebut membahas peluang sinergi dalam memperkuat pasokan dan distribusi pangan, menjaga stabilitas harga, serta mendukung berbagai program pengendalian inflasi di Kabupaten PALI.

Rombongan Pemkab PALI terdiri dari Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Inspektur, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Perikanan, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), perwakilan Dinas Pertanian, perwakilan Bappeda, serta Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten PALI.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Khairiman, S.Pt., M.S., mengatakan audiensi tersebut merupakan langkah awal untuk menjajaki bentuk kerja sama yang dapat mendukung program antisipasi dan pengendalian inflasi di daerah.

“Kemarin kami audiensi dengan Bank Indonesia dalam rangka penjajakan kerja sama pelaksanaan program antisipasi inflasi,” kata Khairiman.

Menurut Khairiman, salah satu fokus pembahasan adalah penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi digital. Pemkab PALI saat ini tengah mengembangkan Program Sapa Pangan, sebuah sistem informasi dan pasar pangan berbasis digital yang dirancang untuk menghubungkan produsen, pelaku usaha, distributor, kios pangan, pemerintah hingga masyarakat sebagai konsumen.

Program tersebut nantinya diarahkan untuk terintegrasi dengan Kios Pangan sebagai salah satu titik penyediaan dan distribusi komoditas pangan. Selain memudahkan akses masyarakat terhadap pangan, Kios Pangan juga diharapkan dapat mendukung pemantauan stok dan penjualan komoditas dengan harga yang wajar dan terjangkau.

“Program Sapa Pangan ini kita dorong agar tidak hanya menjadi sistem informasi, tetapi juga dapat mendukung penguatan ekosistem pangan, mulai dari produksi, distribusi, ketersediaan stok hingga akses masyarakat terhadap pangan,” jelasnya.

Dalam audiensi tersebut, Pemkab PALI turut menyampaikan sejumlah agenda yang diharapkan dapat disinergikan dengan Bank Indonesia. Di antaranya strategi penguatan pasokan dan distribusi pangan daerah, optimalisasi Kios Pangan sebagai bagian dari ekosistem pengendalian inflasi, serta implementasi dan pengembangan sistem digital Sapa Pangan.

Pembahasan juga mencakup penguatan kelembagaan produsen dan pelaku usaha pangan, pemanfaatan data harga, stok, produksi, kebutuhan dan distribusi pangan, serta integrasi Program Sapa Pangan dengan kebijakan pengendalian inflasi daerah.

Selain itu, Pemkab PALI mendorong pengembangan transaksi pembayaran digital pada Kios Pangan dan mitra usaha, termasuk peluang pelaksanaan Gerakan Pangan Murah serta kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Khairiman berharap penjajakan kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program yang lebih konkret dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat PALI.

“Harapan kami, sinergi ini nantinya dapat memperkuat ketersediaan pasokan pangan, memperlancar distribusi, menjaga kestabilan harga, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan yang cukup, aman, bermutu dan terjangkau,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *